Putri Citra Effendy.SE

Sabtu, 19 Mei 2012

SISTEM PEREKONOMIAN NEGARA

        SALAH SATU CARA YANG BAIK  UNTUK MULAI MEMPELAJARI ILMU EKONOMI ADALAH DENGAN MELIHAT AKTIFITAS PEREKONOMIAN DAN PILIHAN-PILIHAN INDIVIDU DAN UNIT KECIL PEREKONOMIAN SEPERTI KELUARGA DAN PERUSAHAAN

        ADAPUN INTI DARI  SETIAP KEGIATAN BISNIS ADALAH ADANYA PERTUKARAN ANTARA  PENJUAL DAN PEMBELI, SEHINGGA PROSES PERTUKARAN  AKAN MELIBATKAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN.

        PERMINTAAN/DEMAND ADALAH: ACUAN PADA KEINGINAN DAN KEMAMPUAN PEMBELI UNTUK MEMBELI BARANG DAN JASA PADA HARGA YANG BERBEDA-BEDA. ADAPUN  FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN ADALAH: HARGA DAN KONDISI-KONDISI EKSTERNAL TAU PERISTIWA-PERISTIWA EKONOMI YANG LEBIH BESAR

        PENAWARAN/SUPPLAY ADALAH:  KEINGINAN DAN KEMAMPUAN PENJUAL UNTUK MENYEDIAKAN BARANG DAN JASA UNTUK DIJUAL DENGAN HARGA YANG BERBEDA-BEDA ADAPUN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN YAITU PERUBAHAN PADA HARGA POKOK ATAU KETERSEDIAAN DARI SALAH SATU MASUKAN TERSEBUT AKAN DAPAT MENGGESER SELURUH KURVA PENAWARAN

        PADA UMUMNYA SISTEM PEREKONOMIAN DAPAT DIBAGI MENJADI TIGA BAGIAN:

1.   SISTEM SEKTOR SWASTA

YAITU SISTEM PEREKONOMIAN YANG MEMBERIKAN  PENGHARGAAN PADA DUNIA USAHA TAS KEMAMPUAN MEREKA MENGIDENTIFIKASI DAN MELAYANI KEBUTUHAN DAN PERMINTAAN PELANGGAN

DALAM KONTEKS INI TERDAPAT EMPAT TINGKAT DASAR PERSAINGAN  YANG TERBENTUK DALAM SISTEM SEKTOR SWASTA YAITU:

a.   PERSAINGAN MURNI ADALAH SUATU STRUKTUR PASAR   YANG TERDAPAT PADA PERTANIAN SKALA KECIL DIMANA SEJUMLAH BESAR PEMBELI DAN PENJUAL PRODUK-PRODUK HOMOGEN

b.   PERSAINGAN MONOPLISTIK ADALAH SUATU STRUKTUR PASAR  SEPERTI YANG TERDAPAT PADA PENGECER, DIMANA SEJUMLAH BESAR PEMBELI DAN PENJUAL BERTUKAR PRODUK  YANG RELATIF CUKUP BERBEDA/HETEROGEN SEHINGGA SETIAP PARTISIPAN MEMILIKI  CUKUP KENDALI ATAS HARGA

c.   OLIGOPOLI ADALAH SUATU SITUASI PASAR DENGAN HANYA RELATIF SEDIKIT PENJUAL  YANG BERSAING DAN BIAYA AWAL YANG TINGGI MENJADI PENGHALANG YANG MENCEGAH MASUKNYA PESAING-PESAING BARY  

2. KOMUNISME DAN SOSIALISME

DALAM KONTEKS INI KENDALI PEMERINTAH MENENTUKAN KEPEMILIKAN , LABA DAN ALOKASI SUMBER DAYA  BISNIS UNTUK MENCAPAI SASARAN PEMERINTAH  KETIMBANG YANG DITENTUKAN OLEH MASING-MASING BISNIS

        ADAPUN YANG DIMAKSUD DENGAN  KOMUNISME ADALAH SELURUH KEKAYAAN DIBAGI BERSAMA DI ANTARA ORANG-ORANG  DI DALAM MASYARAKAT DI BAWAH PERINTAH DARI PEMERINTAHAN PUSAT YANG KUAT, SEHINGGA MARX  YAKIN BAHWA PENGHAPUSAN  KEPEMILIKAN  PRIBADI ATAS PROPERTY DAN BISNIS AKAN MEMASTIKAN MUNCULNYA MASYARAKAT   TANPA KELAS YANG AKAN MENGUNTUNGKAN SEMUA PIHAK

        SEMENTARA YANG DIMAKSUD DENGAN SOSIALISME ADALAH KEPEMILIKAN SERTA PENGOPERASIAN INDUSTRI-INDUSTRI UTAMA OLEH PEMERINTAH, DIMANA KAUM SOSIALIS MENYATAKAN BAHWA INDUSTRI-INDUSTRI UTAMA MEMILIKI ARTI YANG TERLALU PENTING BAGI MASYARAKAT  UNTUK DIBIARKAN BERADA DI TANGAN PIHAK SWASTA DAN BISNIS YANG DIMILIKI PEMERINTAH DAPAT MELAYANI KEPENTINGAN  PUBLIK  SECRA LEBIH BAIK DARIPADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN SWASTA

3. EKONOMI PASAR CAMPURAN (MIXED MARKET ECONOMIC)

YAITU SISTEM PEREKONOMIAN YANG MEMPUNYAI CIRI-CIRI BAIK DARI PEREKONOMIAN TERRENCANA MAUPUN EKONOMI PASAR DALAM TINGKAT YANG BERBEDA-BEDA

        PERBANDINGAN SEKTOR SWASTA DAN PUBLIK DAPAT SANGAT BERVARIASI   DI DALAM EKONOMI CAMPURAN DAN CAMPURAN   TERSEBUT SERING KALI MENGALAMI PERUBAHAN SEBAGAIMANA HALNYA PERANCIS, DIMANA SELAMA DUA DEKADE TERAKHIR  LUSINAN NEGARA TELAH MENGUBAH PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG DIMILIKI DAN DIKELOLA  MENJADI BISNIS YANG DIMILIKI  SWASTA, TEND ISTILAH YANG DIGUNAKAN ADALAH PRIVATISASI

        DISAMPING ITU SUATU PEREKONOMIAN  YANG IDEAL  MENERAPKAN PERUBAHAN SECARA STABIL YANG DITUJUKAN KE ARAH PERLUASAN JUMLAH BARANG DAN JASA YANG DPRODUKSI DAN SUMBER DAYA NEGARA TERSEBUT SECARA TERUS MENERUS, PERTUMBUHAN MENGARAH  PADA MELUASNYA KESEMPATAN KERJA, PERBAIKAN UPAH DAN MENINGKATNYA STANDAR HIDUP 

        NAMUN REALITASNYA PEREKONOMIAN  SUATU NEGARA CENDERUNG MENGALIR MENGIKUTI BERBAGAI TAHAPAN SIKLUS BISNIS YAITU:

1.   KEMAKMURAN, DALAM PERIODESASI INI PENGANGGURAN TETAP BERADA PADA TINGKAT RENDAH, KEYAKINAN PELANGGAN YANG KUAT TERHADAP MASA DEPAN MENYEBABKAN  TERCAPAINYA REKOR PEMBELIAN  DAN BISNIS BEREKSPRESI UNTUK MENGAMBIL KEUNTUNGAN ATAS PELUANG PELUAS PASAR YANG ADA.

2.   RESESI ADALAH SUATU SIKLUS KONTRAKSI EKONOMI YANG BERLANGSUNG ENAM BULAN ATAU LEBIH LAMA. DALAM KONTEK INI KONSUMEN KERAP MENANDA PEMBELIAN-PEMBELIAN BESAR DAN MENGGESER POLA PEMBELIAN KE ARAH PRODUK-PRODUK DASAR YANG FUNGSIONAL DENGAN HARGA YANG RENDAH

3.   DEPRESI, HAL INI TERJADI KETIKA PERLAMBATAN EKONOMI TERUS MENERUS KE ARAH YANG MENURUN SELAMA JANGKA WAKTU YANG PANJANG

4.   PEMULIHAN , HAL INI TERJADI KETIKA  PEREKONOMIAN   KELUAR DARI MASA RESESI DAN TINGKAT BELANJA KONSUMEN MULAI MENGALAMI PENINGKATAN

        SELANJUTNYA PARA EKONOM MENGAMATI BEBERAPA INDIKATOR UNTUK MENGUKUR DAN MENGEVALUASI KESUKSESAN SUATU SISTEM PERKONOMIAN DALAM MEMBERIKAN STABILITAS MAUPUN PERTUMBUHAN, VARIABEL TERSEBUT YAITU:

1.   PRODUKTIVITAS YANG DIUKUR DENGAN  MELALUI PRODUK DOMESTIK BRUTO SUATU NEGARA, PRODUKTIVITAS ADALAH HUBUNGAN ANTARA BARANG DAN JASA YANG DIPRODUKSI DI DALAM SUATU NEGARA SETIAP TAHUNNYA DAN MASUKAN YANG DIBUTUHKSN  UNTUK MEMPRODUKSINYA, SEMENTARA  YANG DIMAKSUD DENGAN  PDB YAITU JUMLAH  SELURUH BARANG DAN JASA YANG DIPRODUKSI  DI DALAM SUATU BATAS NEGARA SETIAP TAHUNNYA

2.   INFLASI ADALAH MENINGKATNYA  HARGA-HARGA YANG DISEBABKANOLEH KOMBINASI ANTARA PERMINTAAN KONSUMEN YANG BERLEBIHAN DAN MENINGKATNYA BIAYA-BIAYA BAHAN BAKU,, SUMBSER DAYA MANUSIA DAN FAKTOR PRODUKSI LAINNYA

3.   DEFLASI ADALAH PERIODE JATUHNYA HARGA-HARGA

4.   TINGKAT PENGANGGURAN, DALAM KONTEKS INI DAPAT DIKELOMPOKKAN DALAM EMPAT BENTUK, YAITU: PENGANGGURAN FRIKSIONAL,  MUSIMAN, SIKLUS DAN STRUKTURAL

1.   PENGGURAN FRIKSIONAL, HAL INI TERJADI PADA ANGGOTA TENAGA KERJA YANG SEMENTARA WAKTU TIDAK BEKERJA, TETAPI SEDANG MENCARI KERJA

2.   PENGANGGURAN  MUSIMAN ADALAH MASA TIDAK ADANYA PEKERJAAN BAGI PARA PEKERJA YANG BEKERJA DI INDURTRI YANG BERSIFAT  MUSIMAN

3.   PENGANGGGURAN SIKLUS YAITU: ORANG-ORANG YANG TIDAK MEMILIKI PEKERJAAN KARENA ADANYA SIKLUS KONTRAKSI DI DALAM PEREKONOMIAN, DIMANA SELAMA  MASA-MASA  EKSPANSI EKONOMI PENYERAPAN TENAGA KERJA SECARA KESELURUHAN KEMUNGKINAN BESAR AKAN MENGALAMI PENINGKATAN  AKAN TETAPI SEIRING DENGAN MELAMBANNYA PERTUMBUHAN DAN DIMULAINYA RESESI, MAKA TINGKAT PENGANGGIURAN  BIASANYA AKAN NAIK

4.   PENGANGGURAN STRUKTURAL YAITU ORANG-ORANG YANG TIDAK BEKERJA SELAMA  JANGKA WAKTU YANG PANJANG, SERING KALI DENGAN SEDIKIT HARAPAN UNTUK DAPAT MENDAPATKAN PEKERJAAN BARU

        DALAM KONTEK UPAYA MELAWAN PENGANGGURAN, PEMERINTAH MELAKUKAN LANGKAH – LANGKAH, YAITU

1.   KEBIJAKAN MONETER YAITU TINDAKAN PEMERINTAH UNTUK MENINGKATKAN ATAU MENURUNKAN  PASOKAN UANG DAN  MENGUBAH KETENTUAN-KETENTUAN PERBANKAN DAN TINGKAT SUKU BUNGA DALAM RANGKA MEMPENGARHI  PEREKONOMIAN

2.   KEBIJAKAN FISKAL YAITU: TEKNIK KEDUA YANG DIGUNAKAN PIHAK-PIHAK  YANG BERWENANG UNTUK MENGENDALIKAN INFLASI, MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SECARA UMUM DAN MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI.

1 komentar: